<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>IIQJKT-R Collection:</title>
    <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/108</link>
    <description />
    <pubDate>Fri, 08 May 2026 16:11:40 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-05-08T16:11:40Z</dc:date>
    <item>
      <title>Tradisi Rebo Wekasan (Kajian Living Quran di Desa Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu)</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4811</link>
      <description>Title: Tradisi Rebo Wekasan (Kajian Living Quran di Desa Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu)
Authors: Naeli Rohmah, 21211720
Abstract: Penelitian ini mengkaji tradisi Rebo Wekasan yang berkembang di&#xD;
Desa Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, dengan menggunakan&#xD;
pendekatan Living Qur’an. Fokus penelitian diarahkan pada tiga hal utama,&#xD;
yaitu genealogi atau asal-usul tradisi Rebo Wekasan, pelaksanaan ritual yang&#xD;
menyertainya, serta resepsi fungsional masyarakat terhadap tradisi tersebut.&#xD;
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan&#xD;
pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan,&#xD;
wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih&#xD;
secara purposif, meliputi tokoh agama, sesepuh desa, serta masyarakat pelaku&#xD;
tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rebo Wekasan berakar&#xD;
dari keyakinan masyarakat Muslim Jawa yang dipengaruhi oleh warisan&#xD;
pemahaman tentang bulan Shafar sejak masa pra-Islam, kemudian diadaptasi&#xD;
dan diberi makna baru dalam bingkai ajaran Islam. Dalam pelaksanaannya,&#xD;
masyarakat Desa Sukagumiwang menjalankan berbagai ritual seperti shalat&#xD;
lidaf‘il bala, doa bersama, mider putih, dan penggunaan air rajahan, yang&#xD;
dimaknai sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan dari bencana. Adapun&#xD;
resepsi fungsional masyarakat terhadap tradisi ini tampak pada keyakinan&#xD;
mereka bahwa Al-Qur’an menjadi sumber keberkahan, perlindungan, dan&#xD;
penguatan sosial melalui tradisi Rebo Wekasan.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4811</guid>
      <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Keluarga Komunikatif Dalam Al-Quran (Studi Tematik-Komparatif Terhadap Tafsir Al-Quran Al-Azim dan Tafsir Al-Misbah)</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4704</link>
      <description>Title: Keluarga Komunikatif Dalam Al-Quran (Studi Tematik-Komparatif Terhadap Tafsir Al-Quran Al-Azim dan Tafsir Al-Misbah)
Authors: Raihan Raudhatul Jannah, 21211765
Abstract: Komunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga keharmonisan&#xD;
keluarga. Namun, fakta menunjukkan masih banyak keluarga yang mengalami&#xD;
miskomunikasi, bahkan berujung pada konflik serius seperti perceraian hingga&#xD;
tindak kekerasan. Padahal, Al-Qur’an telah menyajikan banyak teladan komunikasi keluarga, salah satunya dalam kisah Nabi Yusuf. Penelitian ini bertujuan&#xD;
untuk menganalisis penafsiran Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Aẓīm&#xD;
dan M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Miṣbāḥ terhadap ayat-ayat komunikasi&#xD;
keluarga dalam kisah Nabi Yusuf, serta mengkaji relevansinya sebagai model&#xD;
komunikasi keluarga harmonis di era modern. Permasalahan utama dalam&#xD;
penelitian ini berangkat dari rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya&#xD;
komunikasi dalam keluarga. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan&#xD;
penelitian sebelumnya dari segi tema, tetapi berbeda dalam pendekatan dan&#xD;
fokus sumber, khususnya pada komunikasi Nabi Yusuf dengan saudarasaudaranya yang masih jarang dibahas secara mendalam.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan&#xD;
kepustakaan (library research). Sumber primer terdiri atas Tafsir Al-Qur’an&#xD;
Al-‘Aẓīm dan Tafsir Al-Miṣbāḥ, sementara sumber sekunder mencakup&#xD;
Qasasul Anbiya’, buku-buku pendukung, artikel ilmiah, dan literatur terkait.&#xD;
Data diperoleh melalui dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-analitiskomparatif menggunakan pendekatan tematik (Abdul Hayy Al-Farmawi), pendekatan komparatif, serta teori Family Communication Patterns (Koerner &amp;&#xD;
Fitzpatrick, 2006).&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir cenderung menekankan&#xD;
aspek historis dan riwayat, sedangkan Quraish Shihab lebih menyoroti dimensi&#xD;
psikologis, linguistik, dan sosial. Komunikasi antara Nabi Yusuf dan Nabi&#xD;
Ya’qub (QS Yusuf: 4-5) mencerminkan pola komunikasi keluarga tipe konsensual, sedangkan interaksi Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya (QS Yusuf:&#xD;
59-61) menunjukkan pola komunikasi tipe protektif.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4704</guid>
      <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Memahami Ayat Al-Quran Melalui Ilmu Alat (Analisis Korelatif Metode Amsilati dan Kitab Irab Al-Quran)</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4703</link>
      <description>Title: Memahami Ayat Al-Quran Melalui Ilmu Alat (Analisis Korelatif Metode Amsilati dan Kitab Irab Al-Quran)
Authors: Aghitsni Afwa Nur Maqbula, 21211606
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi dan sinkronisasi antara&#xD;
metode Amṡilati dan kitab I‘rāb al-Qur’ān dalam menjelaskan i‘rāb ayat-ayat&#xD;
Al-Qur’an. Metode Amṡilati dikenal sebagai metode visual dan aplikatif dalam&#xD;
pembelajaran nahwu, sedangkan kitab I‘rāb al-Qur’ān merupakan rujukan&#xD;
klasik yang menyajikan analisis gramatikal secara mendalam terhadap lafadzlafadz Al-Qur’an.&#xD;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan&#xD;
teknik dokumentasi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang dianalisis melalui&#xD;
kedua pendekatan tersebut. Adapun sumber data yang digunakan antara lain&#xD;
metode Amṡilati sebagai metode modern visual, serta kitab-kitab i‘rāb seperti&#xD;
karya Muḥyiddīn al-Darwīsh dan ulama lainnya sebagai rujukan utama dalam&#xD;
analisis klasik.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara&#xD;
metode Amṡilati dan kitab I‘rāb al-Qur’ān. Keduanya memiliki kesamaan&#xD;
dalam penggunaan objek ayat Al-Qur’an, namun berbeda dalam metode&#xD;
penyampaian dan tingkat kedalaman analisis. Amṡilati berfungsi sebagai&#xD;
pondasi awal untuk mengenalkan struktur kalimat Arab secara praktis,&#xD;
sedangkan kitab I‘rāb al-Qur’ān memperkuat pemahaman dengan pendekatan&#xD;
analitis dan argumentatif.&#xD;
Penelitian ini merekomendasikan integrasi kedua pendekatan tersebut&#xD;
dalam pembelajaran nahwu agar tercipta proses belajar yang holistik, dari&#xD;
praktis ke teoretis, serta dari simbol ke pemahaman mendalam terhadap&#xD;
bahasa Al-Qur’an.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4703</guid>
      <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Karakteristik Dabt Mushaf Kuno Nusantara (Studi Komparasi Mushaf Kuno NB 246 dan Mushaf Kuno NB 752 Koleksi PNRI)</title>
      <link>https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4702</link>
      <description>Title: Karakteristik Dabt Mushaf Kuno Nusantara (Studi Komparasi Mushaf Kuno NB 246 dan Mushaf Kuno NB 752 Koleksi PNRI)
Authors: Nurus Saadah, 21211753
Abstract: Kajian terhadap mushaf kuno hingga kini masih tergolong terbatas di&#xD;
kalangan akademisi. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seluruh&#xD;
mushaf Al-Qur‟an memiliki kesamaan dalam teks dan bentuk penulisannya.&#xD;
Padahal, sepanjang sejarah, aspek ḍabṭ Al-Qur‟an mengalami perkembangan&#xD;
dan perubahan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap khazanah&#xD;
sekaligus menelusuri keautentikan mushaf kuno yang tersimpan dalam&#xD;
koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, khususnya melalui telaah&#xD;
konsep ilmu ḍabṭ serta perbandingan penerapannya pada Mushaf Kuno NB&#xD;
246 dan NB 752.&#xD;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi&#xD;
kepustakaan dan penelusuran digital. Analisis data dilakukan dengan metode&#xD;
deskriptif-analitis dan komparatif, menggunakan sumber primer berupa&#xD;
Mushaf Kuno NB 246 dan NB 752, serta sumber sekunder berupa literatur&#xD;
berupa buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan filologi dan ilmu&#xD;
ḍabṭ.&#xD;
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua mushaf kuno pada&#xD;
umumnya mengikuti kaidah ilmu ḍabṭ sebagaimana dijelaskan dalam Irsyād&#xD;
aṭ-Ṭālibīn ilā Ḍabṭ al-Kitāb al-Mubīn karya Muḥammad Sālim al-Muḥaisin&#xD;
(1929–2001 M), dengan kecenderungan pada tradisi mazhab masyāriqah.&#xD;
Persamaan penerapan ḍabṭ pada kedua mushaf digital meliputi bentuk tanda&#xD;
baca untuk harakat, tanwin, tasydid, mad, hamzah qaṭ„, alif waṣl, serta huruf&#xD;
ziyādah. Adapun perbedaannya tampak pada penggunaan tanda sukun, mad&#xD;
wajib, mad badal, serta huruf tertentu yang dihilangkan dalam rasm.&#xD;
Kesamaan tersebut dipengaruhi oleh keseragaman riwayat rasm dan mazhab&#xD;
ḍabṭ yang dianut, sedangkan perbedaan lebih disebabkan oleh variasi qirā‟ah&#xD;
dan ijtihad penyalin mushaf.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4702</guid>
      <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

